Banner 468 X 60

suherman. Powered by Blogger.

Tuesday, April 12, 2011

Kado untuk Emak

Yang snantiasa perindu indahnya kampung halaman, snantiasa rindu pada kedua orang tua, saya hadirkan penyemangat iman...











Seperti hari-hari biasa, Aku menjalani rutinitas pagi. Aku bergegas beranjak dari tempat tidurku untuk melaksanakan sholat tahajud. Kurasakan udara yang dingin hingga terasa menusuk relung hatiku, lalu ku ambil air wudlu yang dingin itu hingga terasa menembus pori-poriku. Ku berjalan menuju tempat sholat. Setelah itu Aku belajar untuk mempersiapkan pelajaran hari itu, hingga menjelang subuh. Lalu kulanjutkan sholat. Emak yang sedang sakit mengingatkan Aku akan nikmat dari Allah SWT. Sebelum berangat sekolah Aku mulai menjalankan rutinitas. Aku mulai mengambil piring, gelas, sendok, wajan, priuk yang kotor untuk Aku cuci. Kumulai memasak nasi sambil menyapu ruang tamu, dapur, pelataran depan hingga belakang rumah. Setelah itu Aku mencuci pakaianku, Bapak dan Emakku. Waktu telah menunjukkan pukul 06.00 WIB Aku pun bergegas untuk mandi dan mempersipkan makanan untuk Emak yang sedang sakit-sakitan. Hal itu Aku lakukan cukup lama tepatnya awal semester 2 kelas XII tahun 2004.
Matahari mulai menampakkan dirinya, Aku pun berpamitan pada Emak dan Bapak untuk berangkat sekolah. “Mak aku berangkat dulu ya, Pak aku berangkat dulu ya” sambil mencium tangan mereka. Aku ambil sepedah tuaku, “Assalamu’alaikum” ucapku sambil mengayuh sepeda tuaku yang Emak beli untuk Aku pada tahun 1999. Sambil mengayuh sepedah Aku sambil berdo bahwa akan Aku beri kado yang terindah untuk Emak yang sedang sakit dengan kelulusanku tahun ini.
Sampai disekolah, Aku pun semangat karena bisa bertemu dengan teman-temanku, dan semangat untuk menerima pelajaran dari Ibu dan Bapak guru. Loncengpun berbunyi tanda bel masuk kelas, Aku pun mulai memasuki ruangan dengan langkah pasti bahwa Aku akan snantiasa berprestasi disetiap aktivitas. Pelajaranpun dimulai dan Akupun mendengarkan guru menjelaskan pelajarannya.
Disela-sela guru menjelaskan, datanglah seorang guru BP namanya ibu Munjiyati. Beliau membawa brosur yang akan dibacakan untuk kelas kami. Akupun merasa penasaran karena tidak biasa-biasanya Ibu Mujiyati datang kekelas dengan muka yang cerah. “Anak-anak, Ibu ada pengumuman buat kalian” kata bu Munjiyati. Bu Munjiyatipun mulai mengumumkan pengumuman yang ada dibrosur itu. “Bagi yang mempunyai nilai rata-rata raport di atas 7 dari kelas X sampai kelas XII semster 1 ada beasiswa kuliah di Universitas Gadjah Mada” kata Bu Munjiyati. “Bagi yang memenuhi itu silahkan nanti waktu istirahat datang keruangan Ibu” tegas Bu Munjiyati.
Mendengar pengumuman itu Aku pun semangat untuk bisa melanjutkan keperguruan tinggi dengan beasiswa, apalagi nilaiku yang dipersyaratkan itu masuk kualifikasi. Tibalah waktu istirahat dan Aku bergegas menuju keruangan Bu Munjiyati. Setelah lama Aku berdiskusi dengan Bu Munjiyati dan menceritakan semua tentang Aku dan keluargaku, Akupun yakin bisa mendapatkan beasiswa itu.
Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB tanda selesai pembelajaran hari itu. Setelah itu, Aku pun mulai pulang menuju kerumah dengan sepedahku. Sampai dirumah Aku mulai memberanikan diri untuk mengatakan kepada Emak bahwa Aku akan melanjutkan keperguruan tinggi dengan beasiswa. Mendengar itu semua, Emak tidak setuju, karena Emak tidak ingin anaknya jauh darinya. Beberapa hari setelah mengetahui bahwa Aku akan melanjutkan keperguruan tinggi, Emak tambah parah sakitnya. Tapi Aku mencoba meyakinkan kepada Emak bahwa Aku bisa mendapatkannya. Selang beberapa hari, Akupun diizinkan untuk mencoba mendaftar. Sambil mengurusi Emak Aku mulai mempersiapkan persyaratan itu semua.
Dua hari Aku mempersiapkan persyaratannya, setelah selesai Aku serahkan kepada Bu Munjiyati untuk dikirim. Sambil Aku berdoa kepada Allah “Ya Allah jika itu yang terbaik buatku dan Emakku maka izinkan Aku untuk lulus beasiswa, tapi jika aku tidak lulus mungkin itu yang terbaik buatku dan Emakku”.
Hari berganti hari, minggu berganti bulan. Dan ternyata Allah belum mengabulkan doaku untuk masuk perguruan tinggi dengan beasiswa. Tapi Aku tidak putus asa dengan itu semua, Aku yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik buatku.
Dengan keyakinan kuat, walau Aku tidak lulus seleksi beasiswa namun Aku harus lulus Ujian Nasional. Persiapan menjelang Ujian Nasional tinggal satu bulan lagi. Aku mulai membuka-buka buku kelas X sampai dengan kelas XII. Akan aku berikan kado terindah buat Emakku yang sedang sakit dengan kelulusan Ujian Nasional tahun ini yaitu tahun 2004.
Waktu Ujian Nasional tinggal hari esok. Kusiapkan semua peralatan untuk Ujian Nasional besok. Dengan persiapan yang matang, kuyakin akan lulus dengan nilai yang memuaskan. Seperti biasa, Aku selalu bangun pagi untuk bermunajat kepadaNYA, untuk meminta kemudahan dalam Ujian Nasional dan untuk kesembuhan Emakku. Setelah aku melaksanakan sholat tahajud dan sholat subuh, Aku bergegas untuk menjalankan rutinitas pagi.
Pagi begitu cerah, alunan suaru burung berkicau tampak merdu, suasana nan indah dengan datangnya matahari pagi. Semilirnya angin pagi berhembus masuk kerumahku, seakan-akan mengajak Aku untuk menari-nari bersamanya. Aku mulai mengambil sepedahku, Aku meminta restu dan doa kepada emak dan Bapakku agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional. Kulafdzkan basmallah dan kukayuh sepedahku.
Sampai disekolah, Aku mulai memasuki ruangan dan membersihkan kursi yang akan Aku duduki untuk Ujian Nasional. Tidak lama kemudian bel berbunyi tanda masuk ruangan. Dengan keyakinan masing-masing kami mulai berdoa agar diberi kemudahan. Hati pun berdebar-debar ketika menerima naskah soal Ujian Nasional. Hari itu Ujian Bahasa Indonesia. Dan Akupun mulai mengerjakannya dengan hati-hati.
Begitu seterusnya sampai pada Ujian hari ketiga yaitu Bahasa Inggris. Akupun sedikit tidak mengerti dengan Bahasa Inggris, ditambah lagi ada listening. Menjelang berakhirnya kami mengerjakan soal Bahasa Inggris, tiba-tiba ada seorang guru kami yang datang membawa absen dan selembar kertas. Guru tersebut mengabsen kelas kami dengan melihat absen dari pengawas. Dengan sedikit bingung dan hati-hati, guru tersebut berdiri didepan temanku sambil memegang kertas yang dihadapkan kepada kami yang belakangnya sudah tertera jawaban Ujian Nasional. Tanpa disadari, guru tersebut memberikan kode kepada temanku. Lalu dengan sedikit hati-hati, temanku dan beberapa teman yang sempat melihat jawaban itu mulai menuliskan jawaban itu dilembar jawab komputer. Aku yang sedikit ragu, karena ada 10 soal yang Aku tidak faham, akhirnya Aku mulai ikut-ikutan menuliskan jawaban itu kedalam lembar jawab komputer. Hal ini dilakukan kepada semua kelas yang mengikuti Ujian Nasional.   
Hari berikutnya ujian kimia, dan anehnya teman-temanku meminta Aku untuk memberikan jawaban dengan cara keluar dari ruangan dan menaruh jawaban soal itu ke ruangan WC. Ujian Nasional kimia pun dilaksanakan, dengan rasa takut dengan pengawas akhirnya Aku tidak jadi memberikan jawaban itu kepada teman-temanku. Dengan sedikit waspada, Aku melihat temanku menyontek dengan cara meminjam kalkulator yang didalamnya sudah dituliskan jawaban soal kimia dari no 1-20. Jawaban itu muter dalam satu kelas tanpa diketahui oleh pengawas.
Satu minggu telah Aku lalui, Ujian Nasional pun usai. Perasaan kami bercampur-campur, ada senang karena telah usai, ada sedikit bersalah karena telah menyontek, dan lain-lain. Hari berganti hari, waktu satu bulan pun telah berlalu kami menanti datangnya pengumuman kelulusan Ujian Nasional. Dan tibalah pengumuman kelulusan itu. “Anak-anak, bersiap-siaplah karena Ujian Nasional sebentar lagi akan diumumkan” kata kepala sekolah. “Dengan mengucap bismillah, bahwa untuk tahun ini semua siswa yang mengikuti Ujian Nasional dinyatakan LULUS 100%” terang kepala sekolah. “Alhmdulillah, akhirnya kami lulus semua” ucapku.
Dengan perasaan haru dan senang karena lulus semua, dan bersalah karena telah menyontek kami bersalam-salaman kepada semua guru. Ada yang menangis, ada yang tertawa, ada yang diam-diam saja. Semua itu terasa lega dengan kelulusan itu. Akupu minta maaf kepada guru dan teman-temanku atas kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja salama 3 tahun, karena setelah pembagian ijazah nanti akan lama berpisah, bahkan akan ada yang melanjutkan keperguruan tinggi.
Hari mulai siang, dan Akupun  bergegas pulang membawa kabar gembira buat Bapak dan Emakku. “Assalamu’alikum, Mak... Aku pulang, Pak... aku pulang” sapa Aku. “Mak ada kabar gembira, Aku lulus Ujian Nasional” ucapku. “Alhamdulillah...” kata Emak. Emak dan Bapakpun senang dengan itu semua. Karena Aku telah menyelesaikan Ujian Nasioanal. Sebuah hadiah kelulusan yang Aku berikan kepada Emak yang sedang sakit, dan Bapakku yang selalu menemani Emak ketika sakit.
Read more..

Wednesday, April 6, 2011

Prediksi UN 2010/2011

1.    Di suatu daerah yang berada pada ketinggian 3500 meter di atas permukaan laut suhunya -80C. Jika setiap naik 100 meter suhu bertambah 10C, maka suhu di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut saat itu adalah ..
A.    220C                C. 240C
B.    230C               D. 250C
2. Hasil dari √2,25 + (1,5)2 = ...
A. 3,75        C. 22,65
B. 4,75        D. 24,00
 
Read more..

uji blog

ahgjgjhklk,kah
Read more..

Saturday, December 4, 2010

Bismillahirrohmanirrohim

Berbagai persoalan yang kita hadapi menuntut kita untuk dapat menyelesaikannya. Salah satu solusi yang kita lakukan adalah dengan adanya bantuan dari pihak lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa pilihan kita untuk meminta bantuan dari orang lain akan menjadi harapan tersendiri yang akan dapat menyelesaikan permasalahan kita. Tapi perlu diingat bahwa permintaan kita kepada orang lain bukan satu-satunya cara.
Read more..

Pengikut

Mengenai Saya

My photo
Kerja cerdas, kerja tuntas kerja mawas